A Double-blind, Randomized Controlled Trial of Ciplukan (Physalis angulata Linn) Extract on Skin Fibrosis, Inflammatory, Immunology, and Fibrosis Biomarkers in Scleroderma Patients.
Dewi, Isbagio, Purwaningsih, dkk. Acta medica Indonesiana, 2019.
Desain studi: Uji klinis acak tersamar ganda di RS Cipto Mangunkusumo dan RS Hasan Sadikin pada pasien skleroderma stabil; extract ciplukan 3 x 250 mg per hari selama 12 minggu sebagai tambahan terapi standar.
- Sebanyak 59 subjek menyelesaikan studi: 29 kelompok ciplukan dan 30 kelompok plasebo.
- Skor fibrosis kulit (MRSS) turun 35,9 persen dibanding 6,3 persen pada plasebo.
- Kadar P1NP turun relatif 17,8 persen dibanding 0,7 persen pada plasebo.
- Tidak ada penurunan pada ESR, BAFF, dan sCD40L di kedua kelompok.
Artinya untuk produk Anda: Bukti klinis lokal yang jarang dimiliki bahan jamu. Populasinya pasien dengan terapi medis, jadi ini bahan dossier dan edukasi, bukan klaim produk konsumen.









