Fermented soybean enhances post-meal response in appetite-regulating hormones among Indonesian girls with obesity.
Noer, Dewi, Kuo Obesity research & clinical practice, 2021.
Desain studi: Studi acak menyilang pada 13 perempuan muda Indonesia usia 18 sampai 20 tahun dengan IMT 25 sampai 30; sarapan 307 kkal berisi tempe atau kedelai tanpa fermentasi dengan kalori sama.
- Setelah sarapan tempe, hormon lapar acyl-ghrelin turun 35 persen pada menit ke-30 dan tetap di bawah nilai awal hingga menit ke-120.
- Respons insulin pada menit ke-120 30 persen lebih tinggi daripada kedelai tanpa fermentasi.
- Kadar arginin darah 24 persen lebih tinggi pada menit ke-120.
- Rasa kenyang yang dirasakan peserta tidak berbeda antara kedua sarapan.
Artinya untuk produk Anda: Menunjukkan fermentasi mengubah respons tubuh terhadap kedelai. Studinya sangat kecil, jadi belum bisa menjadi klaim mengontrol nafsu makan.









